
Oleh: Joko Pranoto
inilah hari
kukhayal sejak lama
wukuf
kumasuki padang arafah
dengan perasaan amuk
air mata
aib
harap
doa
zikir
pikiranku menyelinap
pada tenda-tenda
gunung batu
pepohonan
pasir yang kuinjak
pada jutaan doa
pada pengadilan akhir
kuintip hatiku
sekadar memastikan
masih beningkah doa
kulihat arafah
seperti kafan
terbentang
mencari pemilik
aku bertanya
pada iman
apakah telah putih
seperti ihram
pada nafsu–
apakah telah gugur
terinjak
seperti pasir
terhimpit
jutaan jejak
yang mendamba
langit merestui doa
lalu kepala–
apakah sudah tunduk
patuh
menghamba
seperti jabal rahmah
ribuan tahun
setia menanti pertemuan
seuntai lafaz lagi
genap kutunai doa
“ya Ghaffar
bila alpaku masih berbilang
apalah jadinya aku”
arafah
tangisku pecah
Indonesia, 23 April 2026
dengarkan pembacaan puisinya
