
Kuurai sayatan luka di dada
Namun girang tak jua menyapa
Hati mencari jalan-Mu Tuhan
Ragu tak pernah menemukan jawaban
Dalam satu tarikan napas
Kudapati langkah yang lelah
Tertuntun khayal yang semu
Jauh dari cahaya-Mu
Lalu perih kuhapus perlahan
Di antara doa dan harapan
Kusisakan pahit di hati
Kukecupi pagi dengan zikir suci
Ya Allah, tuntunlah jalanku
Saat dunia membutakan kalbu
Bila waktu terus berlalu
Jangan biarkan aku jauh dari-Mu
Sebab hidup hanyalah singgah
Dan kematian pasti datang jua
Ampuni segala salah dan dosa
Agar pulangku indah ke rumah-Mu
Hingga getir tak kuasa lagi
Menindas jejak dalam batin ini
Menuju rumah paling sunyi
Tempat semua insan kembali
Kurajah kalbu memahami arti
Bahwa maut disembunyikan hari
Waktu tak terbaca pikiran
Pikiran tak selalu sejalan
Ingin mengalahkan segala butuh
Namun jiwa tetap rapuh
Butuh tak memberi jawab
Jawab menanti hidup yang kekal
Kekal hanyalah milik-Mu
Sedang dunia hanya semu
Lalu waktu memilih diam
Menghapus semua kesombongan insan
Saat waktu pun pamit membawa hati
Yang pernah tertipu oleh dunia ini
Detak jarum tak pernah lupa
Menghitung umur setiap hamba
Ya Rabb, sebelum akhir membeku
Izinkan aku bersujud pada-Mu
Jadikan taubat sebagai cahaya
Mengantar pulang menuju surga-Mu
Ketika waktu berhenti berputar
Tak ada lagi harta yang benar
Hanya iman dan amal yang setia
Menemani jiwa menghadap-Nya.
Rastono Sumardi
Luwuk, 25/07/2026
