Amran Sulaiman: Dua Bulan, Harga Beras Turun – Rakyat Mulai Rasakan Manfaat

Posted by: admin November 28, 2025

Jakarta — Hanya dalam dua bulan menjabat sebagai Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman sudah membuat gebrakan nyata. Intervensi terpadu pemerintah di pasar beras berhasil menurunkan harga dan membawa ketenangan bagi konsumen di berbagai daerah.

Menurut Amran dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI pada 24 November, sejak memantau harga beras setiap hari — awalnya ada sekitar 200 kabupaten/kota dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Setelah intervensi, jumlah itu menurun drastis menjadi 100 — dan kini tinggal 48 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan.

Langkah yang dilakukan bukan main-main: operasi pasar melalui program Sistem Pengendalian Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan, penguatan distribusi cadangan pangan di daerah, serta pengawasan intensif langsung dari lapangan. Semua dilakukan oleh tim terpadu dari Bapanas, Kementerian Pertanian, Bulog, Kementerian Perdagangan, Polri, dan pemerintah daerah.

Sejak dibentuk 20 Oktober 2025, Satgas Pengendalian Harga Beras sudah melakukan 22.690 aktivitas pengawasan di 514 kabupaten/kota dari 38 provinsi. Selain itu, Satgas telah mengeluarkan 789 surat teguran bagi pelaku usaha yang melanggar HET beras medium dan premium.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pun mendukung: dalam sebulan terakhir, kabupaten/kota dengan harga beras naik turun dari 59 menjadi 37 wilayah. Harga beras medium turun 1,54%, dan beras premium turun 1,67%.

Di wilayah sulit seperti Papua pun sudah terasa dampaknya. Sebelum Satgas turun, penyaluran beras SPHP oleh Perum Bulog hanya 11.162 ton (per 19 Oktober). Setelah distribusi diperkuat, penyaluran melonjak 34,43%, menjadi 15.005 ton (per 24 November).

Amran menegaskan bahwa ini bukan sekadar angka — tapi bukti bahwa intervensi cepat, kolaborasi, dan pengawasan serius bisa menjaga stabilitas pangan. Jika terus dijaga, masyarakat pun bisa berharap pada harga beras yang terjangkau — terutama menjelang akhir tahun.

Dengan capaian awal seperti ini, publik pun meletakkan harapan besar pada kepemimpinan Amran. Bagi banyak keluarga, stabilnya harga beras bukan sekadar berita bagus — tetapi keringanan nyata di dompet. (Rast)

 

RELATED POSTS
FOLLOW US