
Oleh : Rastono Sumardi (Ketua Pergunu Kab. Banggai)
Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar proyek perpindahan kantor pemerintahan. Di balik deretan gedung futuristiknya, berdiri sebuah mahakarya yang mencuri perhatian dunia: Masjid Negara IKN. Bukan sekadar tempat ibadah, masjid ini adalah pernyataan bahwa teknologi canggih, seni, dan nilai spiritual bisa berdampingan dalam harmoni.
- Sentuhan Maestro: Arsitektur “Patung” Nyoman Nuarta
Jika Anda bertanya siapa otak di balik kemegahan ini, jawabannya adalah Nyoman Nuarta. Maestro seni rupa yang juga merancang Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali dan Istana Garuda IKN ini membawa pendekatan unik.
Bagi Nyoman, masjid ini bukan sekadar bangunan kotak fungsional, melainkan sebuah karya seni raksasa. Beliau memadukan struktur teknik sipil yang rumit dengan estetika seni patung yang tinggi, menjadikannya salah satu ikon arsitektur paling progresif di Indonesia.
- Desain “Sorban” yang Ikonik
Keunikan paling mencolok terletak pada atapnya. Berbeda dengan masjid pada umumnya yang menggunakan kubah bulat atau limas, Masjid Negara IKN tampil berani dengan desain melengkung menyerupai sorban.
- Makna Filosofis: Desain ini melambangkan kerendahan hati, perlindungan, dan persatuan umat.
- Keindahan Visual: Dari kejauhan, lengkungan ini tampak seperti kain yang tergerai tertiup angin hutan Kalimantan.
- Konsep “Masjid Pintar” dan Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari Forest City, masjid ini dirancang untuk “bernapas” bersama alam:
- Sirkulasi Udara Alami: Desainnya memaksimalkan angin hutan untuk mendinginkan ruangan, sehingga meminimalkan penggunaan AC.
- Pemanfaatan Cahaya: Banyaknya bukaan transparan membuat penggunaan lampu di siang hari hampir tidak diperlukan.
- Elemen Air: Masjid ini dikelilingi oleh kolam refleksi yang luas, yang selain menambah kesejukan, juga memberikan efek seolah-olah bangunan ini terapung di atas air.
- Kapasitas dan Lini Masa Pembangunan
Proyek prestisius ini memulai perjalanan fisiknya melalui groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada Januari 2024.
- Kapasitas Raksasa: Area ini mampu menampung hingga 61.000 jemaah, menjadikannya salah satu titik kumpul massa terbesar di Nusantara.
- Mulai digunakan : untuk melaksanakan salat tarawih perdana 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu (18/02/2026).
- Simbol Toleransi yang Nyata
Satu hal yang paling unik adalah lokasinya yang inklusif. Masjid Negara IKN berdiri di kawasan yang berdampingan dengan gereja, katedral, pura, vihara, dan klenteng.
“Ini adalah miniatur Indonesia. Di mana suara azan akan bersahutan dengan lonceng gereja dalam harmoni yang nyata, bukan sekadar teori.”
Mengapa Anda Harus Bangga?
Masjid Negara IKN adalah bukti bahwa Indonesia berani tampil beda. Ia tidak mencoba meniru gaya Timur Tengah secara mentah-mentah, melainkan menggali identitas lokal—Sorban dan Alam—lalu membungkusnya dengan teknologi masa depan. Ini adalah tempat di mana kita merasa sangat kecil di hadapan Tuhan, namun merasa sangat bangga sebagai bagian dari bangsa yang visioner.
