
Makassar- LSM KPK-RI melalui Ketua Umumnya “Taskir naiQ” berencana mengusulkan program Kelas Pembinaan Karakter sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan perilaku generasi muda yang dinilai semakin memprihatinkan.
Usulan tersebut muncul sebagai respons atas meningkatnya berbagai tindakan kenakalan remaja, pergaulan bebas, kekerasan jalanan, hingga keterlibatan anak di bawah umur dalam tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah preventif dan pembinaan moral bagi generasi muda agar memiliki karakter, etika, disiplin, serta rasa tanggung jawab sosial.
Ketua Umum LSM KPK-RI menilai bahwa pembinaan karakter sejak dini sangat penting dilakukan melalui pendekatan edukatif, pembinaan mental, sosial, dan kebangsaan, sehingga anak-anak dan remaja tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif maupun tindakan yang melanggar hukum.
Rencana program Kelas Pembinaan Karakter tersebut nantinya diharapkan dapat melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat terkait, hingga para pemuda, guna menciptakan pembinaan yang positif dan berkelanjutan.
Selain itu, LSM KPK-RI juga berharap adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah dalam bentuk pengadaan sarana, fasilitas, serta wadah pembinaan yang dapat digunakan sebagai tempat kegiatan edukasi dan pembinaan karakter bagi generasi muda. Dukungan tersebut dinilai penting agar program pembinaan dapat berjalan secara maksimal, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program ini juga diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga akhlak, menghormati orang tua, menjauhi kekerasan, narkoba, geng motor, serta berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.
LSM KPK-RI berharap gagasan ini dapat menjadi perhatian bersama dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak demi terciptanya generasi muda yang berkarakter, beretika, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
