Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Kotamobagu

Posted by: admin June 1, 2026

Cikal bakal berdirinya SMA Negeri 1 Kotamobagu tidak dapat dilepaskan dari sejarah berdirinya sekolah menengah atas negeri pertama di Sulawesi Utara.

Sekolah menengah atas negeri pertama di Sulawesi Utara didirikan di Kota Manado dengan nama SMA Negeri Bagian BC Manado, berdasarkan Surat Keputusan Ketua K.P.P.K Makassar Nomor K.428/144/50 tertanggal 31 Oktober 1950, terhitung mulai 1 November 1950. Kepala sekolah pertama adalah Bapak H. Ch. Abutan, dengan Wakil Kepala Sekolah J.R.C. Supit, serta staf tata usaha J.P.G. Sampul.

Pada masa itu, istilah Bagian BC merujuk pada sistem penjurusan SMA, yaitu:

  • Jurusan B : Ilmu Pasti dan Pengetahuan Alam
  • Jurusan C : Ilmu Sosial

Saat pertama berdiri, jumlah siswa sebanyak 30 orang, kemudian bertambah dengan bergabungnya 30 siswa SGA Negeri Manado, sehingga total menjadi 60 siswa.

Pada tahun 1956, SMA Negeri Bagian BC Manado membuka kelas jauh atau filial di Amurang yang kini menjadi SMA Negeri Amurang, dengan kepala sekolah saat itu F.C. Mangindaan.

Kemudian pada tahun 1957, sekolah ini menambah satu jurusan lagi, yaitu Jurusan A (Bahasa), sehingga namanya berubah menjadi SMA Negeri Bagian ABC Manado.

Pada periode Juli 1959 hingga Desember 1960, jabatan Kepala SMA Negeri Bagian ABC Manado dipegang oleh David Mantik, dengan Wakil Kepala Sekolah F. Mandey, BA.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tingkat SMA menyebabkan SMA Negeri Bagian ABC Manado dibagi menjadi dua sekolah, yaitu:

  1. SMA Negeri 1 Manado
  2. SMA Negeri 2 Manado

Pembagian ini berlaku mulai 1 Agustus 1960 berdasarkan Surat Keputusan K.P.P.K Makassar Nomor 361/SK/B.III.

Kepala SMA Negeri 1 Manado saat itu adalah Sartono M.D., seorang lulusan pendidikan bidang Ilmu Alam di Amerika Serikat.

Pada tahun 1962, SMA Negeri 1 Manado kembali membuka filial di Kotamobagu yang kemudian berdiri sendiri dan dinegerikan menjadi SMA Negeri 1 Kotamobagu, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 21/SK/B.III tanggal 10 September 1962. Sebagai kepala sekolah pertama ditunjuk Prof. Drs. J.F. Laloan, MA.

Tanggal surat keputusan tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi SMA Negeri 1 Kotamobagu.

Kepemimpinan SMA Negeri 1 Kotamobagu

Dalam perjalanan sejarahnya, SMA Negeri 1 Kotamobagu telah mengalami beberapa kali pergantian kepala sekolah, yaitu:

  1. Prof. Drs. J.F. Laloan, MA (1962–1963)
  2. Sanusi Raupu (1963–1976)
  3. Hi. H.D. Mokoginta, BA (1976–1982)
  4. Drs. A. Pontoh (1982–1991)
  5. Hi. S.A. Damopolii, BA (1991–1994)
  6. Drs. Hi. Rizal Dadu (1994–2002)
  7. Hi. Mutu Ake, S.Pd (2002–2005)
  8. Drs. Hj. Nursiati Pobela (2005–2009)
  9. Dra. Hj. Rosdiana Mokodompit (2009–2011)
  10. Drs. Hi. Ardi Dilapanga (2011–2013)
  11. Drs. Hi. Saleh Kobandaha (2013–2014)
  12. Dra. Hj. Nursiati Pobela (2014–2018)
  13. Masyuri Podomi, S.Pd., MM (Plt. 2018 – 2022) definitif (2022-Sekarang)

Prestasi dan Pengakuan

Dalam perjalanannya, SMA Negeri 1 Kotamobagu telah memperoleh berbagai penghargaan dan pengakuan dari pemerintah, antara lain:

  • Sekolah Kategori Mandiri (SKM)
  • Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)
  • Sekolah Standar Nasional (SSN)
  • Sekolah Terakreditasi A dua kali berturut-turut
  • Sekolah dengan Program Inklusi
  • Sekolah Adiwiyata Nasional
  • Sekolah Rujukan

Sekolah Rujukan merupakan sekolah yang telah memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP), mampu mengembangkan ekosistem belajar yang kondusif, melaksanakan praktik terbaik peningkatan mutu secara berkelanjutan, melakukan inovasi, meraih prestasi akademik maupun nonakademik, serta menjadi rujukan bagi sekolah lain.

Alumni Emas dan Kontribusi Pendidikan

Sejarah panjang sekolah ini mengantarkan SMA Negeri 1 Kotamobagu pada tahun 2016 mencapai momentum Alumni Emas, yaitu Alumni ke-50.

Para alumnus yang kini tersebar di berbagai daerah, profesi, tugas, dan jabatan menjadi bukti nyata bahwa SMA Negeri 1 Kotamobagu telah memberikan kontribusi besar bagi peningkatan sumber daya manusia, baik di tingkat daerah maupun nasional, melalui pendidikan selama lebih dari lima dasawarsa.

Kini, SMA Negeri 1 Kotamobagu terus berbenah demi menghadirkan pendidikan terbaik sebagai sumbangsih bagi negara, bangsa, dan tanah air, dengan semboyan:

“Viyata Acitya Satria Tama”

Tempat Penggemblengan Putra-Putri Terbaik.

Sebuah Kebanggaan Bersama

Sebagai bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Kotamobagu, kita patut berbangga dan bersyukur:

  • Karena di atas sepetak tanah inilah puluhan ribu manusia datang dan pergi untuk merangkai masa depan.
  • Karena di atas sepetak tanah inilah putra-putri terbaik memetik ilmu dan nilai luhur.
  • Karena di atas sepetak tanah inilah, selama lebih dari setengah abad, lahir pemimpin-pemimpin dan insan-insan berguna bagi masyarakat.
  • Karena di atas sepetak tanah inilah, yang semula tak saling mengenal dipersatukan menjadi satu keluarga besar.
  • Karena di atas sepetak tanah inilah, terukir kebersamaan dan mungkin kenangan terindah dalam kehidupan.
  • Karena di atas sepetak tanah inilah semangat memajukan anak bangsa akan terus hidup.

Satu hal yang akan selalu hidup adalah rasa syukur karena telah menjadi bagian dari civitas academica SMA Negeri 1 Kotamobagu, SMA kebanggaan Lipu’ Totabuan.

Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merahmati langkah seluruh warga SMA Negeri 1 Kotamobagu—pemerintah, kepala sekolah, guru dan pegawai, siswa, orang tua, alumnus, serta seluruh simpatisan—yang telah membantu, baik secara material maupun spiritual, sehingga SMA Negeri 1 Kotamobagu dapat berdiri dan berkembang seperti sekarang ini.

Viva Smansako..!

Viva Smansaku..!

Aamiin.

dipublikasi pertama 11 Juli 2017

Oleh : Arham, M.Pd.

RELATED POSTS
FOLLOW US