
Luwuk Utara, 16 Agustus 2025 – Pondok Pesantren Darussalam 3 yang terletak di kawasan perbukitan Tandos, Kecamatan Luwuk Utara, tampil sebagai salah satu model pendidikan terpadu yang menggabungkan tiga pilar utama: pendidikan umum, pendidikan pesantren, dan keterampilan agrobisnis.
Kawasan seluas empat hektare ini sejak beberapa waktu terakhir dikelola sebagai lahan hortikultura. Saat berkunjung, terlihat sejumlah aktivitas santri dan pengelola pondok tengah membersihkan serta mengikat sayuran hasil panen kebun pesantren. Aktivitas pertanian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengembangan ekonomi mandiri.
Seusai melaksanakan salat Asar berjamaah di mushola pesantren bersama pimpinan pondok, Kiai Munawar, perbincangan mengenai konsep pesantren pun dimulai. Menurut Kiai Munawar, Pesantren Darussalam 3 bertekad menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek keagamaan, tetapi juga membekali santri dengan ilmu pengetahuan umum serta keterampilan berbasis pertanian modern.

“Santri perlu memiliki bekal kemandirian. Pertanian bukan hanya aktivitas sampingan, tetapi bagian dari kurikulum pendidikan yang menyiapkan mereka menghadapi masa depan,” ujar Kiai Munawar.
Kiai Munawar kemudian mengajak meninjau langsung area perkebunan yang ditanami berbagai komoditas hortikultura sperti buah naga, mentimun, cabe, dan tomat yang tumbuh subur di kawasan tersebut. Hasil panen tidak hanya dikonsumsi internal, tetapi juga memiliki potensi untuk dipasarkan sebagai sumber ekonomi pondok.

Konsep pendidikan berbasis alam dan agrobisnis ini diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain memperkuat pendidikan agama, santri juga dibekali keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan dukungan masyarakat serta pengelolaan yang semakin baik, Pondok Pesantren Darussalam 3 Luwuk Utara diharapkan menjadi tempat pendidikan yang berdaya guna. Ke depan, pesantren ini tidak hanya melahirkan lulusan yang berakhlak dan berilmu, tetapi juga mampu berdikari dalam bidang ekonomi melalui pertanian modern berkelanjutan.
Reporter : Rastono Sumardi
